Jakarta, parahyangan-post.com-Pendiri Sekolah Tinggi Ilmu al-Quran (STIQ) Ar-Rahman Ustad Bachtiar Nasir menerima gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dari Universitas Astrolabe Turki. Penyerahan dilakukan langsung oleh pimpinan Universitas Prof. Dr. Khaer Al Ghubani, dalam seremonial pengukuhan yang berlagsung di Aula Utama Gedung SMESCO, Jakarta, Selasa 16 Juni 2026, bertepatan dengan 1 Miharam 1448 H.
Prof. Ghubani yang juga Ketua Asosiasi Universitas Internasional Suriah mengatakan penganugerahan tersebut merupakan pengakuan pihak universitas atas kepakaran, dedikasi dan pengabdian Ustad Bachtiar Nasir dalam berdakwah, yang namanya tidak saja dikenal di Indonesia tetapi juga di luar negeri.
Seremonial penyerahan yang bertepatan dengan peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1448 H tersebut merupakan momentum tersendiri. Karena pada saat yang sama UBN -sapaan akrab Ustad Bachtiar Nasir- menggelar kegiatan yang cukup spketakuler yakni World Quranic Civilization Forum (WQCF), yang diikuti limaratusan jamaah, yang kebanyakan pasangan muda.
Bagi UBN, yang juga pendiri Ar-Rahman Quranic Learning (AQL), gelar Doktor Kehormatan itu bukan satu-satunya kado istimewa di awal tahun hijriah ini. Kado lainnya adalah diterimanya STIQ Ar-Rahman sebagai anggota jaringan universitas dunia.
Menurut UBN pencapaian tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas kerja sama akademik internasional sekaligus memperkuat visi kampus berbasis Al-Qur'an yang bertaraf internasional.
Selama ini STIQ Ar-Rahman yang ia dirikan dikenal sebagai kampus yang mengintegrasikan pendidikan Al-Qur'an, hadis, kepemimpinan, dan pengembangan peradaban Islam.
”Saya berharap, masuknya STIQ Ar-Rahman ke jejaring universitas dunia dan anugerah gelar Doktor Honoris Causa ini semakin memperkuat peran Indonesia dalam melahirkan generasi Qurani serta mendorong terwujudnya peradaban Islam yang berkontribusi bagi dunia,” ujar UBN, yang juga Ketua Umum Jaringan Alumni Timur Tengah (JATTI).*** (pp/aboe)

.png)




LEAVE A REPLY